Resensi film
alangkah lucunya negeri ini
Di film ini kita dapat mendapat pelajaran yang baik dalam kehidupan nyata, disini diceritakan dimana seseorang lulusan s1 lulusan-lulusan lebih tepatnya yang gagal mendapatkan pekerjaan. Diantaranya lulusan s1 pendidikan yang disini sehari-harinya cuma bermain kartu (gaplek) dan lulusan menejemen yang kerjanya cuma muter-muter untuk mendapat pekerjaan. Cerita ini bermula sejak sang s1 menejemen ini (muluk) melihat beberapa copet sedang beraksi dipasar, singkat cerita muluk diajak ke markas pencuri dan setelah berkomunikasi dengan bos nya maka muluk mendapat pekerjaan untuk menej uang-uang anak-anak pencopet ini agar nantinya bisa dimanfaatkan. Dengan goal agar bisa semua para pencuri ini menjadi pengasong yang notabanenya bekerja secara halal.
Resensi
film ini kita dapat menangkap kehidupan sosial dinegeri kita ini. Dan juaga para orang terdidik yang tidak mempunyai tempat dinegeri ini. Sedikitnya lapangan kerja yang ada, banyaknya anak-anak dibawah umur yang bekerja sebagai pencopet ataupun pekerjaan lain. Dimana dari segilain dimana saat kita membantu orang lain tapi ternyata kita malah terlihat seperti membantu pencuri, sedikitnya orang yang peduli terhadap lingkungan mereka. Dengan cerita kehidupan sosial sehari-hari membuat film ini mudah fiterima oleh rakyat indonesi, dan dengan selingan humor-humor itu juga menjadi daya tarik tersendiri dari film ini. Meskipun ini menceritakan tetang cerita yang dikehidupan orang kecil dan para brandal sedikit kata-kata yang tidak pantas didengar. Dengan ending yang sedikit greget mungkin membuat penonton yang melihat agak kesal, dengan ceritanya yang mampu menyedot perhatian.
Pemain: Reza Rahardian (Muluk), Deddy Mizwar (Makbul), Tio Pakusadewo (Jarot), Angga (Komet), Asrul Dahlan (Syamsul), Tika Braviani (Pipit)
Biondi hasbi handoko
5211100135




halah gatau ndilok film e ae
BalasHapus